Air menguasai hajat hidup orang banyak

Belajarlah sejarah, karena kejadian-kejadian sekarang merupakan kejadian yang sudah ada sebelum kita lahir. Mungkin itulah pentingnya pelajaran mengapa kita harus belajar tentang sejarah.

Dalam sejarah Nabi Muhamad SAW, dikisahkan pada suatu waktu kaum muslimin dalam masa kemarau. Banyak umat islam yang kekurangan air yang menyebabkan penderitaan. Namun hanya satu-satunya sumur yang ada airnya, yang dimilik oleh seorang Yahudi. Dimana sang yahudi tadi menjual ke umat muslim dengan harga yang mahal.

Kabar ini sudah didengar oleh Nabi Muhammad SAW, maka nabi Muhammad langsung bertindak cepat dengan mengumpulkan para sahabat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Maka sahabat Usman bin Affan maju dan bersedia menyelesaikan permasalahan tersebut. Langkah pertama yang dilakukan oleh Usman adalah mendatangi si Yahudi tadi untuk menawar membeli sumur tersebut. Namun si yahudi tadi mengajukan harga yang sangat mahal, dan syarat sumur tadi digunakan secara bergantian. Sehari untuk Yahudi selanjutnya untuk Usman bin Affan. Sebagai seorang Sahabat nabi yang handal dalam berdagang, dia menyetujui usulan si Yahudi tadi.

Selanjutnya diumumkan kepada umat muslim, ketika giliran Usman mengambil air dari sumur tersebut, seluruh umat muslim boleh mengambil air secara gratis. Maka umat muslim berbondong2 mengambil dan menyimpannya selama 2 hari. Dengan cara begitu, kesulitan yang dialami oleh umat muslim bisa diatasi. Dan bagaimana dengan Si Yahudi tadi, dia merasa rugi dengan strategi yang dilakukan oleh Usman, penjualannya air dari sumurnya tidak laku lagi. Akhirnya si yahudi menjual seluruhnya ke Usman bin Affan....

Air sebagai sumber kehidupan, menjadi bahan yang sangat vital sekaligus mempunyai nilai strategis ekonomi, politik dan ketahanan. Sebagai contoh, negara Singapura yang mempunyai tingkat ekonomi yang tinggi di asia ternyata mempunyai ketergantungan dengan air yang berasal dari Negara Malaysia. Keberadaan air disini mempunyai nilai ekonomi untuk menyokong pertumbuhan negara singapura. Contoh lain, Sungai Nil yang ada di benua Afrika mengalir melawati beberapa negara, diantaranya Mesir dan Sudan dan negara di Hulu sungai Nil. Satu dengan yang lainnya sangat bergantung.
Contoh yang lainnya adalah permusuhan antara negara Korea Utara dan Korea Selatan. Kedua negara ini, tidak akan berperang di darat, meskipun sering kali berselisih dalam beberapa tahun ini. Alasannya yaitu pada perbatasan kedua negara tersebut ada bendungan yang cukup besar, jika bendungan itu jebol akibat perang. Maka kedua negara serumpun itu sama-sama rugi. Korea Utara akan hilang sumber pasokan listriknya, sementara korea selatan yang berada di hilir akan mendapat hantaman banjir akibat jebolnya bendungan Jadi krisis kedua negara, kalau saya katakan hanya panas-panas tahi ayam.

Sejalan dengan itu, penolakan UU SDA no. 7 tahun 2004 oleh MK bisa dikatakan akhir dari liberalisasi Sumber Daya Air menurut W Riawan Tjandra (Pengajar Hukum Kenegaraan Fakultas Hukum dan Pascasarjana Universitas Atma Jaya Yogyakarta). Bisa di cek disini atau coba  di cek disini

Namun pandangan pemerintah melihat pembatalan dari MK tersebut, akan segera merevisi UU SDA tersebut, supaya pengelolaan Sumber Daya Air ini ada payung yang jelas dalam pengelolaan untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Seperti dalam amanat UUD 1945. Itu penjelasan dari pemerintah.. link bisa di cek disini. Maka pemerintah mengeluarkan 6 prinsip dasar pengelolaan SDA antara lain sbb ;

1. pengusahaan atas air tidak menganggu, mengesampingkan atau meniadakan hak rakyat atas air,

2. Negara harus memenuhi hak rakyat atas air atau akses terhadap air adalah salah satu hak asasi tersendiri,

3. Kelestarian lingkungan hidup sebagai salah satu hak asasi manusia yang sesuai pasal 28 H ayat (1) 1945,

4. Pengawasan dan pengendalian oleh negara atas air sifatnya mutlak,

5. Prioritas utama yang diberikan pengusahaan atas air yakni BUMN dan BUMD,

6. Pemerintah kemungkinan memberikan izin kepada usaha swasta untuk melakukan pengusahaan atas air dengan syarat tertentu. (ASD/BCS)

Salam..

--
Posting dari kumpulan ebook gratis diGeneo-Ebook.core

0 komentar:

Post a Comment