Showing posts with label Artikel Hidrologi. Show all posts
Showing posts with label Artikel Hidrologi. Show all posts

Keindahan sungai pedalaman Kalimantan Barat

Sungai-sungai di pedalaman kalimantan barat sangat menawan. Selain pemandangan yang masih asri dengan lingkungan hutan yang masih lebat juga aneka pohon-pohon besar tersedia disana. Ketersediaan air di sungai ini bisa dikatakan sepanjang tahun mengalir airnya. Sehingga sungai di sini termasuk kategori sungai permanent, yaitu sungai yang mengalir airnya sepanjang tahun. Biasanya sungai-sungai ini kondisi DAS-nya (Daerah Aliran Sungai) di bagian hulunya masih banyak pohon-pohon sebagai tutupan lahannya. Fungsinya pohon-pohon tersebut sebagai penahan air hujan yang jatuh tidak langsung ke tanah, tetapi ditahan oleh daun-daun pohon sebelum jatuh ke tanah. Kita bisa membayangkan air hujan yang jatuh dari ketinggian ratusan/ribuan meter dengan percepatan gravitasi (9,81 m/s2) dan jumlah air hujan yang tidak bisa di hitung, menghantam/jatuh ke tanah tanpa ada penutup lahan akibatnya akan terjadi pemadatan pada tanah. akibatnya daya penyerapan tanah untuk air hujan akan berkurang sehingga sebagian besar air hujan akan mengalir ke sungai-sungai. Jika daya tampung penampang sungai tidak muat mengalirkan air hujan, akan terjadi limpasan-limpasan ke bagian hilir sungai. Inilah yang menyebabkan banjir di bagian hilir sungai, biasanya terjadi di perkotaan/perkampungan yang lokasinya berada di hilir sungai.

Tutupan lahan di Daerah Aliran Sungai sangatlah penting. Besar kecilnya debit banjir sangatlah dipengaruhi kondisi tutupan lahan di DAS bagian hulu sungai. Sungai yang bagus yaitu termasuk sungai bertipe permanen, pada musin hujan debit airnya tidak peningkatan secara signifikan dan pada musim kemarau air sungai tetap mengalir dengan debit air tidak turun secara dratis. Biasanya tipe-tipe sungai ini, tutupan lahannya sangat bagus dengan pemandangan yang menarik. sebagi contoh seperti sungai-sungai di pedalaman Kalimantan Barat ini. Berikut saya tampilkan foto-foto sungai hasil blusukan di Kalimantan Barat


Picture 1. Tebing sungai berupa batuan terlihat keindahan sungai-sungai di Kalimantan Barat

Picture 2. inilah salah satu sungai di pedalaman sungai Kalimantan Barat, tampak kanan kiri sungai yang hijau dengan batuan disepanjang sungai

Picture 3. Sungai sebagai jalur tranportasi masyarakat di Kalimantan Barat untuk bisa diperkampungan hulu sungai, salah satunya dengan menggunakan Perahu "ces"

Picture 4. Masyarakat pedalaman perlu dilibatkan dalam pengelolaan kawasan hutan, Karena hutan sudah menjadi ciri budaya masyarakat di Kalimantan Barat

Picture 5. Kayu gaharu salah satu hasil produksi kayu hutan yang banyak diminati
--
Diposting :
Geneo Ebook

Partikel-partikel air

Tubuh kita terdiri dari hampir 60 % merupakan air. karena sebagian besar kandungan air di dalam tubuh maka air itu akan sangat mempengaruhi sistem dan oragn tubuh kita. Tentunya jika air yang kita minum jelek/terkontaminasi zat-zat berbahaya maka tubuh kita akan memberikan respon berupa sakit. Dan air yang di ada didalam tubuh ini jika membawa zat-zat lain, akan mengendap makin lama makin menggumpal, sehingga menyebabkan penyakit-penyakit yang sangat berbahaya seperti kanker, tumor dll. Jadi air yang kita minum sangatlah berpengaruh dalam kondisi tubuh kita, bahkan kelangsungan makluk hidup didunia ini. Ada cerita, Ketika negara Jepang di Bom oleh sekutu, kota Nagasaki dan Hirosima hampir semua bangunan hancur dan jutaan manusia telah hangus menjadi abu dan banyak anak yang cacat bahkan sampai sekarang masih ada bayi yang lahir cacat karena pengaruh radiasi bom Nuklir yang dahsyat. Melihat kondisi negara Jepang yang sudah hancur, maka pemimpin-pemimpin Jepang tentunya tidak tinggal diam. Mereka berupa untuk bertindak jangan sampai kondisinya lebih parah lagi ke masa depan.

Ada beberapa kebijakan kekaisaran Jepang untuk membangun negara, setelah kalah dalam perang tersebut. Namun disini ada hal yang menarik yang diambil  pemimpin negara sakura tersebut. Yaitu langkah pertama untuk membangun negaranya setelah hancur adalah memperbaiki sistem perairan di Jepang.Lo kenapa harus air yang diurus ketimbang membangun sarana bangunan yang lain seperti gedung, jalan atau jembatan. Jawabannya adalah bahwa di dalam tubuh kita 60% air. Jadi air yang kita minum harus bersih dan sehat sehingga tubuh/body masyarakat Jepang sehat. Dengan badan yang sehat kita akan cepat membangun Jepang lagi dari kehancuran kalah perang ini. Itulah sejarah bagaimana negara Jepang bangkit dari kekalahan perang.

Setelah beberapa puluh tahun, ternyata apa yang di sampaikan pemimpin Jepang itu tentang air terbukti.Seorang ilmuwan Dr Masaru Emoto, kewarganegaran Jepang menemukan bahwa partikel-partikel air itu bisa berubah-berubah bentuknya maupun warnanya, selain itu bahwa partikel-partikel air itu bisa membawa pesan yang kirim. Salah satunya bisa menyampaikan pesan-pesan kesembuhan bagi yang orang-orang yang sakit, dengan pengobatan menggunakan media air. Dan anehnya lagi, partikel-partikel air ini jika di lihat dengan peralatan pembesaran, maka akan terlihat berbeda-beda. Sebagai contoh Jika air dibacakan bacaan doa-doa yang baik maka akan terlihat indah seperti pada gambar dibawah ini. Namun jika dinyanyikan dengan lagu-lagu heavy metal, maka akan terjadi perubahan, partikel-partikel air tersebut berubah seperti merah darah. Berikut hasil koleksi partikel air yang diambil dari Pak Masaru Emoto. Silahkan dinikmati.

Picture 1. Partikel air yang dibacain kata-kata yang baik

 Picture 2. Air yang didengarkan lau-lagu heavy metal terjadi perubahan seperti gambar di atas.

Berikut gambar partikel-partikel air yang diambil dari beberapa negara baik dari eropa, asia, amerika afrika dll. Sungguh wonderfull. Untuk lebih jelasnya anda bisa berkunjung ke website nya Dr. Masaru Emoto di http://www.masaru-emoto.net/english/image12.html
or

Namun dari foto-foto partikel air ini yang berbeda dengan partikel-partikel air lainnya adalah air yang diambil dari sumur Zamzam. Ini dia partikelnya

 Picture 3. Partikel air dari sumur zamzam.

Berikut foto partikel-partikel air lainnya.













Simulasi model MOCK


Ketersediaan data hidrologi maupun klimatologi sangatlah penting bagi kita untuk menghitung besaran low flow maupun design flood. Namun dilapangan salah satu permasalahan adalah keterbatasan/ketisak lengkapan data tersebut. Ada beberapa Faktor yang yang menyebabkan masalah terebut diantaranya dari segi faktor ketersediaan peralatan yang untuk mencatat data hujan setiap saat, kalau pun ada peralatan nya sangat lah minim. Dan jika ada data record hidrologi tersebut lokasinya jauh dari sungai. Biasanya di dapat dari BMKG atau bandara, apalagi untuk lokasi yang masih jauh dari perkotaan. Kondisi yang lain adalah data-data hujan tersebut tersedia namun terdapat data loss, alias tidak lengkap. Ketidakkelengkapan data hidrologi ini mungkin bisa dipengaruhi oleh petugas pencatat data hujan yang belum mengerti, penempatan lokasi pencatat data hujan maupun data debit dll.
Dari berbagai masalah yang ditemui tentang keterersediaan maupun kelengkapan data, maka para ahli hidrologi berupa menciptakan model untuk menghitung besaran debit dengan data-data yang minim. Sebagai salah satu contoh adalah Model Mock. Dari beberapa model hujan-aliran seperti Nreca, Rainrun, Sacramento dan lain-lain, mungkin Mock inilah yang lebih terkenal bagi para engineer hidrologi yang berasal dari Indonesia. Ya karena Model Mock ini di bangun oleh ilmuwan asal Belanda yang mengadakan penelitian di daerah Jawa Barat oleh Mr Mock, sehingga model ini dinamakan Model Mock. Sesuai dengan nama penemunya.
OK, langsung saja untuk pemakaian kalibrasi Model Mock, bisa digunakan jika pada kondisi : data debit AWLR terbatas / amat sedikit sedangkan data hujan cukup (data hujan minimal 10 tahun). Maka kondisi tersebut bisa dilakukan analisa low flow dengan Mock.
Untuk tahap-tahapnya Mock (1979) menjelaskan sebagai berikut ;
  • Evapotranspirasi Terbatas (Limited Evapotranspiration)
DS = P – ETp (2-5)
E/ETp = (m/20) . (18 – n)
E = Etp . (m/20) . (18-h) ETt (2-7)
ETa = ETpE (2-8)
  •  Keseimbangan Air (Water Balance)
WS = PSS (DS )
SS = SMCn – SMCn–1 (2-10)
SMCn = SMCn-1 + P1 (2-11)
  • Neraca air di bawah permukaan
dVn = Vn – Vn-1 WS (2-12)
I = i . WS dVn (2-13)
Vn = 1/2 . (1 + k) . I + k . Vn-1 (2-14)
  • Aliran permukaan
Ro = BF + DRo (2-15)
BF = 1 – dVn (2-16)
DRo = WS – I (2-17)

Dengan :
DS = Hujan netto (mm)
P = Hujan (mm)
ETp = Evapotranspirasi potensial (mm)
ETa = Evapotranspirai terbatas (mm)
WS = Kelebihan air (mm)
SS = Kandungan air tanah (mm)
SMC = Kelembaban tanah (mm)
dV = Perubahan kandungan air tanah (mm)
V = Kandungan air tanah (mm)
I = Laju infiltrasi (mm/dt)
i = Koefisien infiltrasi (<1 span="">
k = Koefisien resesi aliran air tanah (<1 span="">
DRo = Aliran langsung (mm)
BF = Aliran air tanah (mm)
Ro = Aliran permukaan (mm)
n = Jumlah hari kalender dalam 1 bulan
m = Bobot lahan yang tidak tertutup vegetasi (0 < m < 50 %)